Digitalisasi Bill of Material untuk Industri Aluminium TOSTEM Indonesia

Client Background

TOSTEM Indonesia merupakan bagian dari ekosistem LIXIL yang bergerak pada solusi produk aluminium untuk bangunan, khususnya pintu, jendela, dan sistem eksterior. Karakter bisnis seperti ini membutuhkan pengelolaan material yang presisi karena setiap produk dapat memiliki variasi komponen, ukuran, warna, proses produksi, dan kebutuhan finishing yang berbeda.

Dalam industri aluminium, akurasi Bill of Material bukan sekadar urusan administrasi. Ini adalah fondasi utama untuk memastikan produksi berjalan tepat, stok terkendali, dan biaya dapat dihitung secara realistis. Karena ternyata, manusia masih sering percaya spreadsheet bisa menyelesaikan semua masalah sampai satu formula rusak dan seluruh departemen panik bersama.

Business Challenge

Sebelum sistem dikembangkan, proses pengelolaan Bill of Material dan kebutuhan material menghadapi beberapa tantangan utama:

1. Data BOM tersebar di banyak spreadsheet

Pengelolaan ribuan data komponen, profil aluminium, accessories, dan kebutuhan material masih sangat bergantung pada file spreadsheet. Kondisi ini menimbulkan risiko data tidak sinkron antar divisi, sulitnya melacak versi terbaru, serta potensi human error dalam input dan perhitungan.

2. Perhitungan material belum sepenuhnya terotomatisasi

Setiap pesanan dengan ukuran dan spesifikasi berbeda membutuhkan perhitungan material yang teliti. Tanpa sistem yang terintegrasi, proses perhitungan kebutuhan albar, parts, dan komponen pendukung dapat memakan waktu lebih lama serta rentan terhadap kesalahan.

3. Risiko waste dan over-ordering material

Ketika data stok dan kebutuhan produksi tidak terhubung secara akurat, perusahaan berisiko melakukan pembelian material berlebih atau justru kekurangan stok saat produksi berjalan. Keduanya sama-sama mahal, hanya beda bentuk penderitaannya.

4. Kompleksitas varian produk sulit dikendalikan

Produk aluminium memiliki banyak kombinasi spesifikasi, seperti tipe profil, finishing, anodizing, coating, warna, ukuran, dan kebutuhan custom pelanggan. Tanpa struktur BOM yang rapi, risiko salah produksi atau mismatch antar komponen menjadi lebih tinggi.

The Solution :

Solution Delivered by Us:

Kami mengembangkan Software Bill of Material yang dirancang untuk membantu industri aluminium mengelola struktur material, kebutuhan produksi, dan kontrol inventory secara lebih terpusat.

Sistem ini dibangun untuk menjembatani kebutuhan antara tim produksi, gudang, purchasing, dan manajemen agar seluruh proses berjalan dengan data yang sama, bukan versi “file final revisi terakhir banget FIX.xlsx” yang entah kenapa masih punya 12 salinan.

Key Solution Features :

1. Centralized Bill of Material Management

Seluruh data material, profil aluminium, parts, accessories, dan struktur produk dikelola dalam satu platform terpusat. Hal ini membantu setiap departemen bekerja menggunakan data BOM yang konsisten dan lebih mudah diperbarui.

Business value:

  • Mengurangi ketergantungan pada spreadsheet terpisah.
  • Memastikan data material lebih konsisten antar divisi.
  • Memudahkan pencarian, pembaruan, dan validasi data BOM.
  • Meningkatkan kontrol terhadap perubahan spesifikasi produk.

2. Automated Material Requirement Calculation

Sistem membantu menghitung kebutuhan material berdasarkan struktur BOM dan kebutuhan produksi. Dengan perhitungan yang lebih otomatis, tim dapat memperkirakan kebutuhan albar, parts, dan komponen pendukung dengan lebih cepat dan akurat.

Business value:

  • Mempercepat proses perencanaan material.
  • Mengurangi risiko salah hitung kebutuhan bahan.
  • Membantu memastikan ketersediaan material sebelum produksi dimulai.
  • Mendukung proses produksi custom yang lebih efisien.

 

3. Inventory Visibility & Material Control

Software BOM memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap kebutuhan material dan ketersediaan stok. Dengan data yang lebih terintegrasi, tim dapat menghindari pembelian berlebih maupun kekurangan bahan saat proses produksi berjalan.

Business value:

  • Mengurangi risiko over-ordering.
  • Membantu mengontrol biaya penyimpanan stok.
  • Meminimalkan potensi produksi tertunda akibat material tidak tersedia.
  • Mendukung pengambilan keputusan purchasing berbasis data.
 
4. Waste Calculation & Production Efficiency

Sistem dirancang untuk membantu menghitung konsumsi material dan potensi waste dari proses produksi. Hal ini penting dalam industri aluminium karena kesalahan kecil dalam perhitungan panjang, ukuran, atau pemotongan dapat berdampak langsung pada biaya produksi.

Business value:

  • Memberikan estimasi waste yang lebih terukur.
  • Membantu mengurangi pemborosan material.
  • Mendukung efisiensi proses cutting dan assembly.
  • Meningkatkan kontrol terhadap margin produksi.

Key Outcomes :

Implementasi Software Bill of Material memberikan beberapa dampak penting bagi proses operasional:

1. Data produksi menjadi lebih terpusat

Tim produksi, gudang, dan purchasing dapat bekerja menggunakan data material yang lebih sinkron. Hal ini membantu mengurangi perbedaan informasi antar departemen.

2. Perencanaan material menjadi lebih cepat

Dengan struktur BOM yang lebih rapi dan perhitungan kebutuhan material yang lebih otomatis, proses perencanaan untuk pesanan custom dapat dilakukan dengan lebih efisien.

3. Risiko kekurangan material dapat dikurangi

Sistem membantu memberikan gambaran kebutuhan material yang lebih jelas sehingga potensi produksi berhenti akibat stok tidak tersedia dapat diminimalkan.

4. Waste material lebih terkendali

Perusahaan memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap konsumsi material dan potensi pemborosan, terutama pada proses yang berkaitan dengan cutting, assembly, dan packaging.

Dalam bisnis manufaktur, digitalisasi bukan hanya soal mengganti kertas atau spreadsheet menjadi aplikasi. Nilai utamanya ada pada kemampuan perusahaan untuk memiliki data yang lebih akurat, proses yang lebih terkendali, dan keputusan yang lebih cepat. Software Bill of Material membantu perusahaan manufaktur mengelola hubungan antara desain produk, kebutuhan material, inventory, purchasing, dan proses produksi dalam satu ekosistem kerja yang lebih terstruktur.

Need a Similar System for Your Manufacturing Business?

Insights & Success Stories

Related Industry Trends & Real Results